Morning Dew

Morning Dew

Idealnya, akan benar-benar indah jika segala sesuatu bisa menjadi seperti yang kita inginkan, tetapi kebenarannya adalah dalam hidup banyak hal yang tidak berada dalam kendali kita. Namun, saat kita berada di sebuah posisi untuk membuat sebuah pilihan, kita sering tidak melakukannya. Kesempatan yang mengarah pada jenis kehidupan yang kita harapkan ada di hadapan kita, tapi kita tidak mengambil tindakan apa pun. Pada akhirnya, kita tidak bisa menyalahkan keadaan kita; kita sendirilah yang tidak membuat gerakan untuk mengubah keadaan kita.

Hal ini seperti seorang pria berdiri di tengah sebuah lubang kotoran. Di depannya sebuah mata air yang tenang dengan bunga teratai yang menakjubkan yang mengapung di air yang jernih. Keindahannya membuat ia menghelakan napas. “Betapa luar biasanya jika berada di sana, di mata air dengan bunga-bunga indah yang bermekaran itu!” Keinginan yang sangat mengisi perasaannya. Mata air tersebut sebenarnya sangat dekat; jika ia melangkah satu langkah saja, ia dapat pergi ke sana dan menikmati keindahannya yang menakjubkan. Namun, ia tetap di mana ia berada, penuh dengan keinginan akan mata air tersebut dan penuh dengan kekesalan akan kondisi-kondisi di mana ia berada di dalamnya. Sebenarnya, tidak seorang pun yang mencegahnya dari mata air tersebut; diri sendirinyalah yang tidak pergi ke sana.

Hal yang sama terjadi di dalam praktik spiritual kita. Kita penuh dengan kesukaran, pikiran kita terganggu, perasaan kita tidak bahagia; kita tidak mampu untuk menyadari bahwa dalam kenyataannya, kesukaran kita adakah karena kekotoran batin kita, ilusi kita, dan kebutaan kita terhadap kebenaran.

Mari berkomentar

CAPTCHA Image
Reload Image